Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi - 24 inews

Breaking

Selasa, 03 Maret 2020

Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi


Oleh: M Fikar Datuk Rajo Magek

Anjalai tumbuah di munggu, Sugi-sugi di rumpun padi, Nak pandai sungguah baguru, Nak tinggi naiakkan budi. Pucuak pauah sadang tajelo, Panjuluak bungo galundi, Nak jauah silang sangketo, Pahaluih baso jo basi.

Mari kita bersama-sama sepakat dalam membangun nagari dan membentuk generasi yang dinamik tumbuh dengan kejelian akal fikir disertai kejernihan budi pekerti.

Apabila generasi kini dibiarkan terlena dan lupa membenah diri dengan kekuatan ijtima’i (kebersamaan), tentulah mereka akan dijadikan jarum kelindan oleh orang lain di dalam satu pertarungan gazwul fikri.

Mahir merancang dan mengurus, seiring dengan melatih dan membimbing. Memelihara kesinambungan proses pembelajaran bagi generasi yang terdidik dengan paksi Islam, mampu menilai teknologi informasi, mahir bergaul dan berkomunikasi, sebagai bekal di dalam menyelesai konflik, yang kesudahannya menarik minat dan dukungan umat banyak, serta mahir berpolitik, menguasai bahasa, falsafah dan sejarah.

Dinamika kehidupan hanya dapat dibangun dengan akal yang jernih serta budi pekerti yang luhur. Generasi unggul wajib meningkatkan kualitas kepimpinan dengan kemahiran tanzim Islami. Teguh ubudiyyah dan zikrullah.

Generasi muda memiliki tanggung jawab masa lalu yakni kewajiban terhadap budaya luhur (cultural base). Mempunyai tanggung jawab masa kini yaitu kewajiban terhadap diri dan masyarakat dengan menata kehidupan berlandaskan norma-norma adat dan syarak (religious base).

Memiliki kewajiban masa depan yang hanya dapat diraih dengan keberhasilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (knowledge base).

Kewajiban masa depan tersebut harus tampak dalam kualitas kepribadian generasi dalam mendidik, kurenah dan perbedaan pendapat untuk memenangkan pertarungan menumpas kebatilan.

Generasi muda berprestasi terlihat pada iltizam harakah atau gerakan “Saciok bak ayam, Sadanciang bak basi”, Mengedepankan manhaj haraki yakni lazim dipakai dengan program “bulek aie dek pambuluah bulek kato kamupakaik”. Mengamalkan budaya amal  jama’i  yaitu “kok gadang indak malendo, kok cadiek indak manjua, tibo di kaba baik bahimbauan, tibo di kaba buruak bahambauan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.24inews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Firma Ragnius