Hakim Vonis Pemasok Obat Ilegal 10 Bulan Penjara - 24 Inews

Breaking

Jumat, 22 Oktober 2021

Hakim Vonis Pemasok Obat Ilegal 10 Bulan Penjara



24INEWS.COM - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menjatuhkan vonis 10 bulan dan denda Rp 30 juta kepada terdakwa kasus peredaran obat ilegal, Dianus Pionam alias Awi pada persidangan, Selasa (19/10/2021) kemarin. Vonis tersebut lebih ringan 2 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 1 tahun penjara.


Dikutip dari beritajatim.com JPU dan kuasa hukum terdakwa pemasok atau importir obat penggugur kandungan memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding. Jika terdakwa yang terjerat dalam kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini tidak banding, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto akan mengeksekusi terdakwa.


Kuasa hukum terdakwa, M Dhoufi mengatakan, pihaknya mendapatkan salinan penetapan keputusan, Kamis (21/10/2021). “Barusan saya ambil, akan kita telaah. Intinya masih ada 7 hari ke depan kita dikasih kesempatan untuk upaya hukum selanjutnya. Klien kami masih pikir-pikir,” ungkapnya.


Sehingga pihaknya belum bisa memberikan jawaban terkait upaya yang akan dilakukan terhadap kliennya tersebut. Menurutnya, ia diberi kuasa oleh terdakwa untuk menjadi kuasa hukum terdakwa saat menjalani persidangan di PN Mojokerto belum ada tingkat kuasa selanjutnya.


“Saat ini, saya belum bisa menjawab karena jelas saya masih di posisi kuasapun belum menginjak ke jenjang ke sana. Jadi masih murni 7 hari ini, klien kami masih berpikir-pikir atas putusan PN Mojokerto ini. Kalau saya sebagai penasehat hukumnya, saya anggap divonis ini belum puas,” katanya.


Masih kata Dhoufi, permintaan sebagai pembela terdakwa harus bebas. Namun kewenangan dan tugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto sudah sesuai sebagai JPU sehingga vonis seperti yang ditetapkan Majeils Hakim PN Mojokerto tersebut.


Sebelumnya, kasus aborsi pada awal 2021 tersebut bermula dari Nungki Merinda Sari (25) warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menggugurkan kandungan yang baru berusia empat bulan. Dari kasus tersebut, Satreskrim Polres Mojokerto mengungkap sindikat perdagangan obat aborsi lintas provinsi.


Sebanyak tujuh orang diamankan yakni, Zulmi Auliya (33) warga Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Mochammad Ardian (20) dan Rohman (39) warga Matraman, Jakarta Timur dan Suparno (49) warga Kecamatan Klampis, Brebes, Jateng.


Petugas juga meringkus Supardi (53) warga Pasar Rebo Jakarta Timur, Ernawati (50) warga Duren Sawit Jakarta Timur, serta Jong Fuk Liong alias Jon (43), warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dianus akhirnya menyerahkan diri ke Polres Mojokerto pada 12 Maret 2021 dan ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.


Dianus disangka dengan pasal 196 atau pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Polisi juga menyita berbagai barang bukti yakni, berupa 19 boks obat berisi 2.292 butir pil Cytotec, 1 boks obat merek Zelona, 1 boks merek Histico dan 1 boks merek Faridexon Forte, 2 boks Calcium Gluconate, 9 ponsel, buku rekening tabungan, kartu ATM serta mobil Porche Cayene nopol B 163 UJH. (tin/but)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.24inews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Fitrya Sari