Komisi 1 DPRD Sumbar Fokus Dukung Pemulihan Ekonomi - 24 Inews

Breaking

Senin, 25 Oktober 2021

Komisi 1 DPRD Sumbar Fokus Dukung Pemulihan Ekonomi

 






24INEWS.COM - Sekarang ini DPRD dan Pemprov Sumbar sedang menyusun APBD Tahun 2022. Terkait hal tersebut, Ketua Komisi 1 DPRD Sumbar Syamsul Bahri meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD)  memastikan adanya program atau kegiatan yang mendukung pemulihan ekonomi. Hal tersebut, tegas dia, harus ada pada setiap instansi sesuai dengan kewenangan kerja masing-masing.


"Kita mensyukuri saat ini jumlah kasus positif covid 19 di Sumbar sudah melandai. Namun pandemi belum selesai. Terlebih lagi dampak pandemi itu masih amat terasa, terutama oleh masyarakat," ujar Syamsul Bahri saat rapat kerja dengan OPD terkait pembahasan APBD Tahun 2022, Sabtu (23/10) di Bukitinggi. 


Dia mengatakan hampir semua sektor terdampak pandemi. Alhasil perekonomian masyarakat menjadi sulit. Dampak pandemi, tegas dia, sudah bisa dipastikan  bukan hanya di bidang kesehatan saja, namun juga di perekonomian. 


Oleh karena itu, tambah dia, dalam penanggulangan dampak pandemi, tidak bisa hanya berfokus hanya pada hal-hal terkait kesehatan, medis atau pencegahan penyebaran saja.


"Penanggulangan terhadap dampaknya juga penting, terutama pemulihan ekonomi," ujarnya. 


Dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat ini, menurut Syamsul, pemerintah harus hadir secara total. Perlu program dan kegiatan yang benar-benar bisa memberikan manfaat secara simultan. Program tak cukup hanya dengan memberikan bantuan habis pakai. Oleh karena itu semua OPD dari berbagai sektor harus bisa membuat program yang mendukung pemulihan ekonomi sesuai tupoksi kerja masing-masing. 


"Misalnya untuk dinas UMKM berikanlah program bantuan modal  untuk ataupun berikanlah pelatihan yang bisa menjadi bekal masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi saat ini banyak pengangguran baru karena maraknya PHK (pemutusan hubungan kerja) selama pandemi," ujarnya. 


Selain itu, bisa pula program yang bisa memacu munculnya eunterperneurship baru, sehingga bukan hanya terbuka lapangan kerja baru. Namun juga muncul keran-keran penggerak perekonomian baru di Sumbar. 


"Program ini kan juga termasuk salah satu program visi misi gubernur dan wakil gubernur, sehingga bisa digegas dari sekarang pelaksanaannya," ujarnya. 


Semua bidang bisa menjadi penggerak munculnya eunterperneur baru ini. Syamsul Bahri mencontohkan bisa di pariwisata, pertanian, peternakan, perkebunan, pangan, kebudayaan dan seni serta banyak lagi. 


Menurut Syamsul Bahri, dalam APBD Tahun 2022, DPRD dan Pemprov memang masih mengutamakan penanganan covid 19. Salah satunya dengan menggarkan dana untuk penanganan ini senilai lebih kurang Rp107 miliar pada pos anggaran biaya tak terduga (BTT). Dana ini untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk bantuan penyelengfaraa tes swab pcr laboratorium Universitas Andalas, pembayaran dana insentif tenaga media dan berbagai keperluan lainnya. 


"Selain di Pos anggaran BTT dana penanganan dan pemulihan pandami covid 19 juga diharapkan ada di setiap OPD," papanya.(***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di Website www.24inews.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Fitrya Sari